Dinkes Sergai Salurkan Obat Kaki Gajah

Wabub Sergai menyerahkan obat kaki gajah kepada masyarakat (M24-Darmawan)

SEI RAMPAH-M24 | Wabub Sergai, H Darma Wijaya, didampingi Kadis Kesehatan Sergai, dr Bulan Simalungkalit MKes, secara simbolis menyerahkan obat kaki gajah kepada masyarakat, usai gelar upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di halaman Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (1/10).

Menurut dr Bulan, tahun 2005, Kementrian Kesehatan melaksanakan survey di Sergai memeriksa microfilariasis sebanyak >1% dari sampel 500 orang, ditemukan 10 penderita penyakit kaki gajah. Dengan presentasi = 1 %, maka sejak itu Kementrian Kesehatan mengatakan Sergai sebagai salah satu daerah Endemis Filariasis. Dan harus makan obat setiap tahun selama 5 (lima) tahun.

Dijelaskan dr Bulan, tahun 2014, Pemkab Sergai secara serentak memakan obat yang pertama untuk pencegahan terhadap penyakit Filariasis sampai tahun 2018. “Dan ini merupakan tahun kelima dilaksanakan memakan obat secara serentak setiap Oktober di seluruh Indonesia, yang merupakan daerah endemis penyakit filariasis,” paparnya.

Loading...

Tahun pertama, yaitu 2014 cakupan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis sebanyak 90,7%. Dan setiap tahunnya 2015, 2016 dan 2017, secara serentak di peroleh cakupan POPM berturut-turut 98%,92% dan 92 %. “Harapan kita di tahun kelima tahun 2018 ini cakupan POPM tercapai > 65%,” imbuhnya.

Pada tahun 2019, Kabupaten Sergai melaksanakan evaluasi pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis, yaitu daerah Kecamatan Teluk Mengkudu dan Kecamatan Tebingtinggi, untuk mengetahui sejauh mana penyebaran microfilariasis. “Ini agar Kabupaten Serdangbedagai terbebas penyakit Filariasis sesuai komitmen negara terbebas dari penyakit filariasis tahun 2020,” pungkasnya. (darmawan)

Loading...