Dipantau Dirjen Yankes Kemenkes RI, RSUP Adam Malik Berbenah Untuk Meraih JCI

MEDAN-24 | Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik terus melakukan pembenahan di segala sektor, untuk meraih akreditasi Joint Commission International (JCI) pada 27-31 Agustus 2018 mendatang. Sudah hampir setahun pembenahan dilakukan, dan sudah ada yang selesai dalam proses serta perencanaan.

“JCI akan melihat proses bagaimana rumah sakit memenuhi standar,” kata Direktur Utama RSUP H Adam Malik, dr Bambang Prabowo MKes, Kamis (2/8) siang.

Disebutkannya, direktorat, komite sampai ke unit pelaksana sudah siap dan memang ada beberapa sarana prasarana yang masih sedang dikerjakan. Apalagi peralatan medis harus dilengkapi dan bahkan dibeli.

Loading...

“Salah satu upaya dalam meraih akreditasi JCI juga tertuang dalam pelaksanaan kegiatan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin). Para pegawai diminta untuk dapat masuk kerja di hari Sabtu, jelang pelaksanaan akreditasi JCI untuk menata dan membersihkan unit kerjanya masing-masing,” ungkapnya.

Yang tidak kalah penting menurut mantan Direktur Utama RSJ Prof Dr Soerojo Magelang ini, sosialisasi SOP pada semua pegawai yang selalu berjalan. “Pegawai rumah sakit ada 4.000 lebih yang semua harus terpapar tentang JCI. Tentu ini bukan perkara mudah, tapi harus bisa karena demikian yang dipersyaratkan. Tolong suport dan doanya, ya,” pintanya lagi.

Ketika disinggung kendala dalam pembenahan meraih akreditasi JCI adalah, soal sarana prasarana yang harus standar internasional yang agak berat. Sebab rumah sakit milik Pemprovsu itu dibangun sebelum ada akreditasi, sehingga untuk memenuhi standar harus banyak yang dirubah, ditambah, dilengkapi.

“Semuanya memang membutuhkan biaya tidak sedikit. Tapi memang harus dilakukan demi pelayanan kepada pasien. Orientasinya adalah peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien,” jelasnya.

Kendala lainnya, banyaknya keluarga yang menunggui pasien di ruang rawat inap. Walau sudah sering disosialisasikan kepada pasien dan keluarga pasien, budaya kekeluargaan yang tinggi pada masyarakat Sumut ini kerap terjadi.

Diharapkannya, dalam rangka menciptakan pelayanan kesehatan yang maksimal, pasien seharusnya ditunggui oleh satu anggota keluarga saja. “Untuk itu kita juga memerlukan kerjasama dan dukungan dari pasien dan keluarga pasien, agar tercipta pelayanan kesehatan yang sesuai standar,” cetusnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Dirjen Yankes Kemenkes) RI, dr Bambang Wibowo SpOG (K) MARS monitoring progres persiapan akreditasi JCI di RSUP Adam Malik. Bersama rombongan, dia mulai blususkan ke Instalasi Gawat Darurat, Ruang Rawat Inap Terpadu, Instalasi Radiologi dan Instalasi Gizi.

Pada kesempatan itu, dia menyempatkan diri untuk memberikan pengarahan persiapan akreditasi JCI kepada seluruh pejabat struktural, kepala instalasi, kepala SMF, koordinator pelayanan, dan pokja JCI. (edi)

Loading...