Dishub Tertibkan 54 Terminal Liar

2

MEDAN-M24 | Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menertibkan 54 terminal atau pool liar di sepanjang Jln SM Raja, Kota Medan, Senin (3/9). Selain melakukan penutupan, para pengusaha angkutan juga menandatangani surat pernyataan, tidak akan mengoperasikan kembali terminal liar tersebut.

Sebelumnya, Dishub sudah sosialisasi UU LLAJ No.22/2009 agar Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Terpadu Amplas (TTA) pada, Jumat (31/8) lalu.

Penertiban di sepanjang Jln SM Raja dipimpin Kadishub Kota Medan, Renward Parapat, ATD MT bersama Wadir Lantas Poldasu AKBP K Ritonga SIK MH. Satu persatu terminal liar disambangi tim, dan yang tidak bisa menunjukkan surat izin operasional terminal langsung ditutup dan diangkut peralatannya seperti meja dan kursi serta mencabut plang maupun spanduk.

Setelah itu, pengusaha angkutan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengoperasikan kembali terminal liar tersebut. Dari sepanjang Jalan Sisingamangaraja, tim menutup sebanyak 54 terminal liar yang selama ini beropetrasi tanpa izin.

“Penertiban yang dilakukan menindaklanjuti instruksi Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Beliau ingin seluruh terminal liar ditertibkan karena menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan di Kota Medan. Dari penertiban yang kita lakukan hari ini, sebanyak 54 terminal liar telah kita tertibkan,” kata Renward.

Usai melakukan penertiban, pihaknya akan kembali melakukan pengawasan untuk memastikan terminal liar yang sudah ditutup tidak beropertasi kembali. “Apabila dalam pengawasan ternyata mereka beroperasi kembali, maka kita tindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan berlaku,” tegasnya.

Selain itu, penertiban juga terhadap pedagang makanan dan minuman yang berjualan di badan jalan sebagai penyebab kesemrawutan, dan mengganggu kelancaran arus keluar masuk angkutan dalam terminal. Tim membongkar seluruh lapak-lapak pedagang makanan dan minuman di badan jalan.

Proses penertiban berjalan dengan lancar, tak satu pun dari para pedagang berusaha melawan maupun menolak penertiban yang dilakukan. Mereka hanya bisa pasrah saat tim membongkar dan mengangkat lapak tersebut.

Kapoldasu Brigjen Pol Agus Andrianto mendukung penuh penertiban yang dilakukan, baik terminal liar sepanjang Jln SM Raja maupun lapak pedagang di TTA. Sebab, penertiban yang dilakukan ini mendukung salah satu program 100 harinya menjabat Kapoldasu yakni mengatasi kemacetan. “Untuk itu saya besertaa jajaran akan terus mendukung Pemko Medan dalam menertibkan terminal liar maupun pedagang kaki lima,” ungkap Kapoldasu.(adlan)

Loading...