DPRK Aceh Utara Puji Pemko Menekan Tingkat Kematian Ibu & Bayi

3

MEDAN-M24 | Anggota DPRK Aceh Utara memuji Pemko Medan dalam menekan tingkat kematian ibu dan bayi di Kota Medan.
Hal itu diketahui saat Pemko Medan menerima kunjungan kerja (Kunker) di Kantor Walikota Medan, Senin (3/9).

Rombongan dipimpin Syamsudin J S diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir.Qamarul Fattah, MSi.”Kami ingin mempelajari Perda dan sasaran yang sudah tercapai terkait dengan kesehatan ibu dan anak, serta melihat seberapa tinggi tingkat resiko kematian terhadap ibu dan bayi,” katanya.

Qamarul Fattah menjelaskan, Pemko Medan memiliki Perda No.6/2009 tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi dan anak balita yang didukung dengan Perwal No.48/2018 tentang petunjuk teknis jaminan persalinan dana alokasi khusus non fisik bidang kesehatan.

“Peraturan ini dibuat untuk menekan tingkat kematian ibu pada saat melahirkan, dan pascah melahirkan serta kematian terhadap bayi yang baru dilahirkan,” jelasnya.

Dari data yang ada disebutkan Qamarul, di tahun 2017 kematian ibu sebanyak 3 orang dan kematian bayi sebanyak 20 orang. Sementara itu untuk tahun 2018 hingga bulan September ini belum ditemukan kasus kematian ibu ataupun bayi.

“Setiap terjadinya kematian, maka Dinas Kesehatan akan melakukan audit untuk mencari sumber permasalahan dan solusinya agar tidak terjadi lagi dikemudian hari,” ungkap Qamarul.

Selain itu, lanjutnya, Pemko Medan juga memiliki program khusus untuk menekan tingkat kematian ibu dan bayi tersebut diantaranya posyandu, Jampersal bagi masyarakat Kota Medan yang kurang mampu, dan pemeriksaan kesehatan terhadap calon pengantin. (adlan)

Loading...