Elpiji 3 Kg Langka di Berastagi

KARO-M24 | Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg langka di seputaran Kota Berastagi dan sekitarnya. Gas untuk warga miskin itu dijual Rp22.000 sampai RR 23.000 per tabung oleh pengecer. Beberapa warga yang di temui M24, Minggu (30/9), di seputaran Pusat Pasar Berastagi, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tersebut. “Sudah susah carinya, harganya pun sangat mahal, mau tidak mau harus dibeli jugalah, namanya juga kita perlu,” ujar Mamak Nanda, pedagang mie goreng di seputaran Puspas Berastagi.

Sementara, Indah br Peranginangin menambahkan, seharusnya pemerintah dengan segera mengatasi kelangkaan gas elpiji tersebut. Mengingat gas elpiji ini adalah kebutuhan sehari-hari dalam memasak. Jadi harus menjadi perhatian pemerintah. “Saya heran, mengapa pada bulan-bulan sebelumnya, elpiji 3 Kg tidak langka seperti ini. Mengapa dua minggu terakhir ini jadi langka. Kemana gas elpiji 3 Kg ini. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya.

Kabag Perekonomian Sekdakab Karo, Taufan Daniel Ginting, mengakui kelangkaan gas elpiji 3 Kg tersebut. Menurut Taufan, kelangkaan akibat banyak konsumen menggunakan elpiji 3 Kg. Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, katanya, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang pemakain elpiji 3 Kg. Bahkan PNS juga telah kita surati agar jangan mengunakan elpiji 3 Kg,” katanya.

Loading...

Perihal kuota, kata Ginting, untuk Kabupaten Karo tidak ada pengurangan dan penjualan tetap sesuai harga eceran yang ditetapkan pemerintah, Rp17.000/tabung untuk wilayah Berastagi. Jika ada di atas harga HET, maka itu permainan dari pengecer, bukan dari agenya. “Jatah elpiji 3 Kg untuk Karo tetap sebanyak 12.212 Matrix ton dan harga tidak ada kenaikan dari agen. Kalau agen bermain kita laporkan ke Pertamina. Untuk Karo ada 8 agen yang mengisi gas ukuran 3 Kg,” tandasnya. (sekilap)

Loading...