Fadlhun Mengaku Diintimidasi, Kuasa Hukum Akan Laporkan Hakim ke KY

11

MEDAN-M24 | Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp1,4 miliar, Fadlhun Djamali mengaku mengalami intimidasi saat menandatangani surat pernyataan di notaris.

Hal ini diungkapkan Fadlhun dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di ruang sidang Cakra VI, gedung pengadilan Negeri Medan, Kamis (30/8) sore.

“Saya ada mendapat tekanan sebelum menandatangani surat pernyataan di notaris,” ujarnya dihadapan majelis hakim yang diketuai, Richard Silalahi.

Ditambahkan terdakwa, intimidasi yang dilakukan kepadanya dilakukan hampir setiap saat sampai Fadlhun menandatangani surat pernyataan di Notaris, Faisal SH.

Selain itu, terdakwa juga menegaskan dirinya hanya menandatangani pernyataan tanpa melihat isi dari pernyataan tersebut karena sebelumnya sudah mengalami intimidasi.
“Saya sama sekali tidak mengetahui isi pernyataan yang saya tandatangani. Saya menandatangani karena ada tekanan,” tegasnya.

Selain itu, Fadlhun juga kembali menegaskan kalau dana sebesar Rp1 miliar yang ditransfer Abdul Hasan ke rekeningnya, uang tersebut sudah dibelikan rumah seharga Rp1,8 miliar di kawasan Komplek Bumi Seroja Permai, dan ditempati oleh anak korban, Husni Hasan.

Terpisah, penasehat hukum Fadlhun Djamali kembali mengesalkan prilaku hakim yang dinilai sangat tidak netral dan banyak mengkesampingkan fakta-fakta yang dilampirkan pihak Fadlhun dalam kasus ini.

“Kembali lagi kami kesalkan prilaku hakim yang seakan-akan menutup kuping dalam kasus ini. Kenapa semua fakta-fakta yang kita ajukan seperti tak dihiraukan dan hakim tetap berpedoman kalau klien kami ada menerima aliran dana tetapi tidak mau tau kemana dana tersebut digunakan dan dikembalikan,” katanya.

Untuk itu, Penasehat Hukum Fadlhun Djamali, Zennudin SH dan Zulfikar SH berencana melapor ke Komisi Yudisial (KY) terkait prilaku Hakim Richard Silalahi dalam persidangan ini yang dianggap sangat menyudutkan dan tidak melihat fakta persidangan.
“Kita akan lapor ke KY terkait masalah ini,” tegasnya. (donny)

Loading...