Hari Batik Nasional, Merekatkan Kebinekaan Nusantara

Kegiatan mencanting batik

MEDAN-M24 | Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2018, Darma Pertiwi menggelar mencanting batik terbesar se-Indonesia, Selasa (2/10/2018). Kegiatan ini juga sebagai upaya pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) menyambut HUT ke-73 TNI.

Di Medan, kegiatan mencanting batik ini diadakan di Aula Syamsudin Lubis Makoyonkav 6/NK di Jln Bunga Raya, Kel Asam Kumbang, Kec Medan Selayang. Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah menjelaskan pemecahan rekor MURI membatik dengan canting dilakukan sebagai wujud syukur masih dilestarikannya budaya Indonesia yang diakui dunia. Sehingga terwujudnya kecintaan terhadap batik yang merupakan budaya Indonesia yang diturunkan sejak ratusan tahun lalu.

“Ini juga mewujudkan jiwa nasionalisme dengan memperkenalkan seni dan budaya membatik,” bilang Pangdam I/BB yang didampingi Danyonkav 6/NK, Mayor Kav Jacky Yudantara.

Loading...

Sementara, Ketua Darma Pertiwi Daerah A, Tri MS Fadhilah kepada wartawan menuturkan kegiatan mencanting batik ini bertema, “Membatik merekatkan kebinekaan nusantara”. Acara membatik ini diikuti anggota Persit KCK, PIA Ardhia Garini, anggota Jalasenastri, anggota IKKT dan organisasi wanita lainnya yang ada di Medan.

Tri MS Fadhilah melanjutkan, sebagai upaya pemecahan rekor MURI, di tingkat Darma Pertiwi pusat acara mencanting batik diikuti sekitar 5 ribuan peserta. Sementara di wilayah Kodam I/BB diadakan di Padang, Sumbar; Pekanbaru, Riau; Sibolga dan Medan, Sumut. Mencanting batik dilakukan di kain berukuran 35×35 cm. “Di daerah kita diikuti sekitar 700 orang lebih,” sebutnya.

Tak sekadar memecahkan rekor, kegiatan mencanting batik yang turut didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM Sumut serta asosiasi batik di Medan ini, sambung Tri MS Fadhilah, juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya yang dimiliki nusantara.

Tri berharap hasil cantingan batik ini nantinya bisa diaplikasikan menjadi kantong belanja, sarung bantal dan lukisan. Dia ingin kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan. Sebab, organisasi wanita harus selalu meningkatkan keterampilan, baik yang sifat pribadi maupun organisasi. “Ini peserta semua kan pemula, kita harap ada tahapan selanjutnya untuk meningkatkan keterampilan anggota, baik itu dari segi cara mencanting hingga produksi. Dari kegiatan ini kita juga tahu ternyata alat yang digunakan untuk membatik sudah sangat mudah didapatkan di Medan,” tandasnya. (bar)

Loading...