Kades Klumpang diduga sunat honor Bilal Mayit

103

HAMPARAN PERAK-M24 | Kepala Desa (Kades) Klumpang Kampung, Kec Hamparan Perak, Eka Yuswardi diduga sunat honor bilal mayit. Dirinya sempat membantah terkait tudingan warganya yang mengatakan kalau dia ada memakan uang honor bilal mayit.

“Tidak benar kalau saya ada memakan uang honor bilal mayit. Kalau nggak percaya tanya aja sama Kasi Kesos Pak Karmidi. Kan data semua penerima ada di kecamatan dan uang pun langsung saya bagikan kepada si penerima,” ucap Eka kepada M24 ketika dikonfirmasi, Senin (16/7) sekira pukul 17.00 WIB.

Namun saja pengakuan Rahmat Hidayatulloh (28) alias Rahmat berbalik 360 derajat terkait pengakuan sang Kades. Warga Dusun 3, Desa Klumpang Kampung ini hingga kini tak mengetahui kalau dirinya adalah penerima uang honor bilal mayit. “Bahkan saya terkejut dan baru mengetahui ini dari rekan wartawan. Kalau nama saya terdaftar di kecamatan sebagai penerima honor bilal mayit,” katanya pelan.

Dari penelusuran M24 berdasarkan keputusan Camat Hamparan Perak, di tahun 2015, Rahmat sebenarnya adalah sebagai penerima honor bilal mayit di Kec Hamparan Perak. Dari 20 desa di Kec Hamparan Perak, Rahmat menempati urutan yang ke-207 sebagai penerima uang honor bilal mayit.

Sebelumnya Rahmat tak pernah mengetahui kalau selama ini tercatat sebagai penerima honor bilal mayit di kecamatan. Rahmat pun menyesalkan karena tak pernah diberitahu oleh perangkat desanya sendiri.

Informasi yang diterima di Kantor Kecamatan mengatakan kalau honor bilal mayit dan honor penggali kubur sebulannya diterima Rp110 ribu. Namun saja si penerima menerima honor tersebut sekali dalam 3 bulan sebesar Rp330 ribu.

Kasi Kesos (Kepala Seksi Kedinas Sosial), Hamparan Perak, Karmidi membenarkan kalau uang honor bilal mayit serta uang honor penggali kubur dulunya diberikan langsung kepada setiap desa di Kec Hamparan Perak. Namun saja aturan tersebut dirubah setelah adanya penyelewengan.

“Memang benar dulunya honor bilal mayit dan penggali kubur diberikan langsung ke setiap desa. Namun saat ini peraturannya dirubah setelah ada penyelewangan,” terang Karmidi.(mag1)

Loading...