Kejari Deliserdang Nikahkan 25 Pasangan Gratis

4

LUBUKPAKAM-M24 | Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 tahun 2018 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-18 tahun 2018, Kejari Deliserdang gelar nikah massal, Sabtu (21/7).

Nikah massal ini diikuti 25 pasangan berasal dari beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Sebelum berangkat ke Balairung Pemkab Deliserdang, di Kompleks Perkantoran Pemkab Deliserdang, Lubuk Pakam, 25 pasangan calon pengantin yang akan mengikuti nikah massal ini, terlebih dahulu dirias di Kantor Kejari Deliserdang. Selanjutnya diarak ke Balairung Pemkab Deliserdang dengan becak motor (betor), dengan pengawalan Polres Deliserdang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Deliserdang.

Wakil Bupati Deliserdang, H Zainuddin Mars, menyampaikan terimakasih dan apresiasi nikah massal yang dilaksanakan Kejari Deliserdang tersebut. “Saya sempat kaget karena biasanya jaksa menangani masalah hukum, tapi kali ini masalah pernikahan,” kata Zainuddin Mars.

Menurutnya, Pemkab Deliserdang saat ini sedang melakukan pendataan warga Deliserdang yang menikah tidak sesuai hukum. “Nikah massal ini merupakan bentuk dukungan ke Pemkab Deliserdang. Saya berharap agar kegiatan sosial seperti ini dapat dilaksanakan di Kabupaten Deliserdang. Selamat kepada bapak ibu peserta nikah massal, semoga menjadi contoh di masyarakat,” terang Zainuddin Mars.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Dr Bambang Sugeng Rukmono MH MM, mengatakan, nikah massal ini merupakan sebagai salah satu kegiatan sosial di sisi lain melaksanakan tupoksi masalah hukum.

“Nikah massal ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi bahwa pernikahan itu harus didaftarkan di negara. Surat nikah merupakan bagian bukti legalitas pernikahan. Diharapkan ke depan tidak ada masalah-masalah yang terjadi, khususnya masalah pernikahan,” ujar Bambang.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Deliserdang, A Maryono, menerangkan, nikah massal ini merupakan rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa Ke 58 Tahun 2018 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Ke 18 Tahun 2018. “Sebenarnya ada 60 pasangan yang mendaftar. Namun karena mendaftar di saat-saat akhir dan keterbatasan waktu, sehingga yang bisa mengikuti pernikahan massal ini hahya 25 pasangan,” kata A Maryono. (yanfebri)

Loading...