Kerap Terjadi di Jam-Jam Tertentu, Macet Parah Kabanjahe-Tigapanah Rusak Citra Wisata Danau Toba

10

KARO-M24 | Kemacetan parah kerap terjadi di jam-jam tertentu, di ruas badan jalan nasional Kabanjahe-Tigapanah, Karo. Masyarakat harapkan perhatian serius dari pemerintah.

Kondisi ruas jalan nasional yang menghubungkan ibukota Provinsi Sumut, Medan dengan sejumlah kabupaten dan Provinsi NAD itu, sudah tidak layak lagi. Mengingat volume moda transportasinya semakin padat. Baik pagi maupun sore hari. Dari arah Medan ke Pematangsiantar maupun sebaliknya.

Menurut sejumlah pengemudi angkutan umum jurusan Kabanjahe-Simalungun-Dairi-Singkil (NAD), kemacetan parah kerap terjadi di seputaran Tigapanah. Dan sudah menjadi momok bagi para pengemudi. “Sebab, jalan nasional yang membelah Kota Tigapanah itu, belakangan ini tidak sekedar membuat masyarakat resah, tapi sudah memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar M Situmorang, supir angkutan umum jurusan Kabanjahe-Dairi kepada wartawan, Rabu (8/8).

Bahkan, pengemudi mobil wisata yang melintas jalan ini, merasa kesal, akibat kemacatan tersebut. Disamping juga membosankan. “Kemacetan ini jangan dianggap sepele, apalagi jalur Kabanjahe-Tigapanah-Merek, adalah jalur wisata. Apa kita tidak risih atau malu, wisatawan asing yang mau berkunjung ke Tongging atau Parapat via Berastagi, terjebak kemacetan parah di Tigapanah,” imbuh Kharil Anwar.

Terpisah, anggota DPRD Karo, Firman Firdaus Sitepu SH, mengakui, kemacetan yang kerap terjadi di Tigapanah, sudah sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu, dia berharap perhatian serius pemerintah pusat, melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Medan. Termasuk Pemkab Karo, agar bersinergi mencarikan solusi permanen mengatasi kemacetan. Baik melalui pelebaran badan jalan maupun membangun jalan alternatif. Karena mulai dari Simpang Ujung Aji, Berastagi, hingga ke Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, pengelolanya BBPJN Wilayah I Medan.

Seharusnya, katanya, BBPJN sebagai instansi yang bertanggungjawab, berkoordinasi dengan Pemkab Karo, bagaimana mengatasi kemacetan di Tigapanah, yang sudah lama menjadi sorotan masyarakat tersebut.

“Jangan hanya diam melihat kemacetan, karena masyarakat sudah sangat resah. Kerugian material yang dialami masyarakat akibat kemacetan sangatlah banyak. Sekarang saja sudah begitu parah kemacetannya. Baik pagi maupun sore hari. Bagaimana pula beberapa tahun ke depan,” pungkasnya. (herlin)

Loading...