KNKT Ungkap 19 Fakta Dibalik Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun

SIMALUNGUN-M24 | Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut ada 19 fakta dibalik tenggelamnya KM Sinar Bangun 4 di Danau Toba, pada tanggal 18 Juni 2018 lalu.

Ketua KNKT, DR Ir Soerjanto Njahjono, Selasa (14/8) mengatakan berdasarkan hasil investigasi KNKT kronologi singkat kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun 4 dimulai sekitar pukul 16.50 WIB kapal bertolak dari Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras.

Sekitar pukul 17.10 WIB terjadi perubahan cuaca, angin kencang dan gelombang sekitar 1,5-2 meter menghantam lambung kiri Sinar Bangun menyebabkan kapal oleng ke kanan dan terbalik.

Loading...

Penumpang terbagi dua kelompok, kelompok pertama berada di lambung dan lunas kapal, kelompok kedua terapung di sekitar Sinar Bangun dengan mengandalkan benda terapung misalnya potongan kayu dan helm.

Beberapa saat kemudian, ombak besar kembali datang dan menyapu semua penumpang yang ada di atas lambung dan lunas kapal. Setelah itu, bagian kapal tidak terlihat lagi .

Dari kejadian tersebut data terakhir yang didapatkan KNKT, jumlah korban selamat sebanyak 21 orang, jumlah korban ditemukan meninggal sebanyak 3 orang, jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 164 orang.

Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan informasi yang didapatkan dalam proses investigasi, tenggelamnya kapal Sinar Bangun 4 diakibatkan oleh kapal mengangkut penumpang dan kendaraan melebihi kemampuan stabilitasnya. Kondisinya semakin memburuk ketika kapal berlayar di perairan dengan tinggi gelombang sampai dengan 2 meter. Sebagian besar penumpang tidak dapat bertahan hidup dikarenakan akses keluar yang terbatas dan akses terhadap peralatan keselamatan. (adi)

Loading...