Kunker & Studi Banding Anggota DPRD Sumut Disoal

3

MEDAN-M24 | Anggota DPRD Sumut, H Fahrizal Efendi Nasution mempersoalkan kegiatan kunjungan kerja (Kunker) dan studi banding 100 anggota dewan ke berbagai daerah. Selain mengeluarkan banyak anggaran, kegiatan itu juga tidak bermanfaat.

Ironisnya lagi, kedua kegiatan yang tidak memberi dampak signifikan itu terhadap tugas pokok dan fungsi dewan sebagai pengawas, pembuat peraturan dan penyusun anggaran.

“Karena tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ucap Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut ini.

Dia pun menyarankan dilakukan perubahan dengan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) pada 12 Daerah Pemilihan (Dapil) se-Sumut. Melalui produk yang dihasilkan bersama Pemprovsu, akan membawa wawasan pemahaman aturan untuk rakyat.

“Maka setiap legislator akan bertanggungjawab memberi penjelasan langsung saat sosialisasi Perda. Kita juga dapat menjelaskan maksud dari Perda, dan apa manfaatnya buat rakyat,” cetusnya lagi.

Beberapa waktu lalu, Fahrizal mengaku telah menyampaikan usulan tersebut ke pimpinan dewan.
Namun belum dapat jawaban dengan alasan penyesuaian nomenklatur. (budiman)

Loading...