Loka Karya dan Rapat Pimpinan Perhiptani, Bupati Sergai Bertekad Promosikan Padi Organik ke Penjuru Dunia

Bupati Sergai menyanpaikan sambutan loka karya dan rapat pimpinan Perhiptani (m24-Darmawan)

SEI RAMPAH-M24 | Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menjadi salah satu lumbung beras di Provinsi Sumatera Utara, dengan produksi padi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Saat ini, produksi beras Sergai mencapai 300.485 ton. Sebagai daerah surplus beras, maka Sergai menjadi pemasok beras bagi daerah lain. “Oleh karena itu, Pemkab Sergai terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian organik,” kata Bupati Sergai, Ir H Soekirman, saat menjadi narasumber pada Loka Karya dan Rapat Pimpinan Perhiptani, di Kantor Kementrian Pertanian Jakarta, melalui Kadis Kominfo Sergai, H Ikhsan AP melalui WhatsApp, kemarin (2/10).

Soekirman menjelaskan, terkait tanaman padi organik, Pemkab Sergai terus berupaya mempromosikan produksi beras organik bukan hanya di Indonesia, akan tetapi hingga ke manca negara.

Loading...

Sukses mempromosikan padi organik asal Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, pada ajang The 4th Asian Local Government for Organic Agriculture (ALGOA) Summit, di Goesan County, Chungbuk Organic Agriculture Research, Korea Selatan, beberapa waktu lalu, membuat Soekirman sering diundang sebagai Keynote Speaker di beberapa kegiatan bertema pertanian.

Soekirman yang juga Ketua DPW Perhiptani Sumut dan Ketua Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Sumut, bertekad terus mempromosikan sekaligus meningkatkan produksi padi organik hingga ke penjuru dunia.

Soekirman berharap adanya dukungan dari berbagai stakeholder, terkait penyediaan pupuk untuk peningkatan tanaman organik di Tanah Bertuah Negeri Beradat. Setelah tercatat sebagai member ALGOA 2017 lalu, Pemkab Sergai juga punya komitmen mengembangkan pertanian organik dan sedang getol mempromosikannya di berbagai negara.

Sejak 2003, katanya, telah dicanangkan Sistem Integrasi Padi Ternak (SIPT) di berbagai kelompok tani. Hingga kini sudah ada beberapa kelompok tani memiliki sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organis Seloliman (LeSOS). Upaya selanjutnya menerbitkan Perbup Nomor 26/2016 tentang Gerakan sawah Mandiri (GSM).

“Saya berharap ketersediaan lahan pertanian khususnya lahan sawah di Sergai dapat dipertahankan,” pungkasnya. (darmawan)

Loading...