Medan Masih Minim Tempat Olahraga

8

MEDAN-M24 | Sarana olahraga di Kota Medan dianggap masih minim. Adanya sarana olahraga, dianggap bisa menjadi tempat menyalurkan hobi dan mengurangi tingkat kriminalitas remaja.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Medan, Surianto, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 3/Tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Minggu (2/9), di Jln Pasar V, Gg Jagung, Kec Marelan. “Guna meminimalisir tingkat kriminalitas serta menghindari dari pengaruh narkoba, anak-anak remaja kita harus disibukkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya olahraga,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut pria yang akrab disapa Butong ini, perlu perhatian Pemko Medan dalam menyediakan tempat olahraga sebagai kegiatan remaja dalam menyalurkan bakat dan hobinya.

Anggota Komisi B ini berjanji, akan berkoordinasi dengan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). “Namun dalam Perda No 3/2016 ini juga ada sanksi baik sanksi administratif maupun pidana,” katanya.

Diketahui, seperti yang termaktub dalam pada 19 ayat (1), dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tetap pada waktunya atau kurang membayar, dikenakan sanksi administratif berupa bunga 2 persen setiap bulan dari retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan dengan menggunakan STRD.

Pada Ayat (2), lanjut Butong, penagihan retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihahului dengan surat teguran. Sedangkan pasal 31 (1) wajib retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah retribusi terutang yang tidak atau kurang bayar. “Jadi semua pengguna tempat rekreasi dan olahraga sebagaimana dimaksud dalam Perda No 3/2016 tersebut wajib dikenakan retribusi,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menyikapi permintaan tokoh pemuda Marelan, Ardiansyah. Katanya, akhir-akhir ini para bandar dan pengedar narkoba mencari target dari kalangan remaja. Ia meyakini, dengan adanya tempat kegiatan olahraga maka akan mengurangi tingkat kejahatan. (bar)

Loading...