Nelayan Belawan Tuntut Kompensasi ke Kantor Camat

7

BELAWAN-M24 | Ratusan nelayan tradisional Belawan menuntut kompensasi dampak dari pembangunan pelebaran Pelabuhan Belawan, yang dijanjikan PT Pelindo I dan Otoritas Pelabuhan (OP).

Tuntutan kompensasi dampak pembangunan terminal peti kemas atau reklamasi tersebut, disampaikan para nelayan dengan aksi demo ke Kantor Camat Medan Belawan, Jln Cimanuk, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (18/7) pukul 10.30 WIB.

Dalam orasinya, nelayan sudah kecewa dengan janji kompensasi yang akan diberikan. Karena tim verifikasi dari pihak camat belum juga menuntaskan data untuk pencairan dana kepada nelayan. “Kami sudah bosan dibohongi, kami mau dana kompensasi segera direalisasikan, kami minta Pelindo untuk mencabut mandat ketua tim verifikasi,” kata orator.

Di sela-sela orasi berlangsung, Koordinator Aksi, Ahmad Jafar, menegaskan, sejak pelebaran pelabuhan untuk kepentingan arus masuk barang melalui laut, terjadi penimbunan di alur laut yang merugikan nelayan di Belawan.

Beberapa nelayan di sekitar lokasi reklamasi, kehilangan mata pencaharian. Misalnya, pencari kepiting, pencari kerang dan gurita.

Kedatangan mereka ke Kantor Camat Belawan, untuk menuntut agar nelayan yang berdampak langsung segera diberikan kompensasi. “Kami mau makan apa, tempat kami cari makan sudah hancur, Pelindo harus bertanggungjawab. Jangan biarkan nelayan kelaparan, kehilangan mata pencaharian,” tegas Ahmad Jafar.

Mengingat kompensasi yang telah dijanjikan tidak terealisasi, maka mereka meminta agar diberikan penjelasan mengenai kompensasi. Apabila ketua tim verifikasi tidak mampu, agar mundur dari tugas dan tanggungjawab.

“Kami hanya mau penjelasan, jangan kami dijanjikan terus. Sudah capek kami dibohongi. Kalau masalah ini tidak bisa dituntaskan segera, maka kami akan demo besar-besaran dengan jumlah massa yang lebih besar,” tandasnya.

Di sela-sela orasi berlangsung, Camat Medan Belawan, Ahmad SP, yang hadir di tengah-tengah nelayan, mengaku, sudah melakukan verifikasi data penerima kompensasi. Mereka masih menunggu hasil dari PT Pelindo.

Untuk itu, kata Ahmad, pihaknya akan memediasi utusan nelayan Jumat (20/7) mendatang, dengan PT Pelindo. “Kita minta kepada nelayan untuk sabar, untuk kompensasi sudah masuk tahap realisasi, untuk kepastian akan kita lakukan pertemuan pada Jumat ini. Kami minta utusan 10 orang melakukan pertemuan dengan Pelindo,” kata Ahmad di hadapan nelayan. (mag1)

Loading...