Otarose Ingin Karya Seniman Karo Dihargai

Foto bersama usai audensi (M24-IST)

KARO-M24 | Sekretaris Otarose, Jova Sitepu, menyampaikan, salah satu program kerja organisasinya melindungi hak karya cipta seniman Karo (pencipta lagu) dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. “Kami sudah lama merasa terzolimi, karena selama ini kami belum mengerti apa-apa saja hak-hak kami sebagai pencipta lagu. Termasuk royalti pencipta lagu kami belum paham,” ungkapnya, saat Otarose, para pencipta lagu Karo ini, beraudensi ke Bupati Karo, Kamis (11/10).

Menurutnya, betapa rendahnya mereka kalau lagu yang mereka ciptakan hanya dihargai Rp300 sampai Rp500 ribu. Sementara, kalau penyanyi atau perkolong-kolong bisa mendapatkan uang Rp2,5 juta sekali tampil.

“Kami ingin buah karya seniman Karo dihargai dan terlindungi, tidak seperti selama ini, lagu-lagu yang disiarkan melalui tv dan radio serta dinyanyikan ditempat-tempat hiburan, seperti karaoke, hanya pihak lain yang mendapat keuntungannya,” ujarnya, seraya berharap dukungan Bupati Karo dalam mengembangkan organisasi mereka.

Loading...

Menyahuti itu, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, menyarankan supaya pengurus Otarose menginventarisir pencipta-pencipta lagu di seluruh Indonesia. “Dengan demikian, sebagian besar lagu Karo akan kita ketahui siapa saja penciptanya,” sarannya. (herlin)

Loading...