Pakpak Bharat Siap Bebas Campak dan Rubella

Ketua TP PKK, Ny. Dewi Remigo Berutu saat menyaksikan suntik campak dan rubella

PAKPAK BHARAT-M24 | Imunisasi terhadap penyakit Campak atau Measles dan Rubella (Campak Jerman), atau biasa disebut MR, yang saat ini menjadi program nasional, sedang dikampanyekan di Kabupaten Pakpak Bharat.

Secara resmi, Ketua TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat, Ny. Dewi Remigo Berutu, mencanangkan kegiatan ini di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Rabu (01/08).

Acara ditandai dengan pemberian imunisasi kepada 3 orang perwakilan para siswa, yaitu Sabremo Boangmanalu dari SD 2 Salak, Liaimo Banurea (SD 2 Salak), dan Agnes Yosefani Padang (SMP 1 Salak).

Loading...

Kampanye Imunisasi MR adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Program ini bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella.

Kehadiran para pemangku kepentingan seperti para Camat dan Kepala Desa, perwakilan TNI dan Polri, pemuka masyarakat dan agama, serta para guru sangat penting dalam sosialisasi kegiatan ini yang sudah dilakukan sejak bulan Juli yang lalu, sebagaimana diutarakan oleh Ny. Dewi Remigo yang mengharapkan peran serta seluruh elemen dalam menyukseskan kampanye ini.

“Terkhusus kepada tim penggerak PKK, baik yang ada di Kecamatan dan Desa, serta para orang tua agar mehyegerakan membawa anaknya untuk diimunisasi MR, dan semuanya gratis tanpa dipungut biaya”, terangnya.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekda, Sahat Banurea, juga menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terkhusus generasi muda.

Senada dengan Ketua TP PKK, beliau mengutarakan pentingnya keterlibatan seluruh unsur dan kelompok masyarakat sehingga mampu berkontribusi dan menyamakan persepsi serta terlibat aktif dalam kampanye imunisasi ini.

“Hal yang cukup penting juga adalah adanya keterpaduan tindakan sehingga irama yang dihasilkan dalam pelaksanaannya akan lebih maksimal lagi”, tuturnya. (edy)

Loading...