Pedagang Ayam & Ikan Tak Boleh Berjualan di Tepi Jalan

Suasana rapat Ranperda PUD Pasar

MEDAN-M24 | Ranperda Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan mulai digodok oleh anggota DPRD Medan bersama jajaran direksi PD Pasar Medan di ruang banggar gedung DPRD Medan, Rabu (10/10).

Rapat perdana itu dipimpin Ketua Pansus Hendra DS dihadiri sejumlah anggota pansus. Perda yang dilahirkan diharap mampu menguatkan wewenang perusahaan mengelola lebih baik. Perubahan Perda dari PD Pasar ke PUD Pasar bertujuan mengelola dan menata pasar lebih baik.

Hendra DS menuturkan, Perda yang baru dipastikan akan menguatkan hak dan wibawa direksi PD Pasar melakukan kebijakan pengelolaan aset dan permodalan.
“Kita berharap PD Pasar dapat mandiri mengelola aset. Masalah permodalan tetap didorong berinovasi melakukan pengembangan dan mendapatkan sumber PAD,” ujar Hendra DS.

Loading...

Sementara itu Dirut PD Pasar Rusdy Sinuraya mengatakan, melalui perubahan Perda diharapakan, PD Pasar dapat lebih luas memiliki wewenang mengelola pasar serta pedagang.Disisi lain, Rusdy mengharapkan dalam penetapan Perda nantinya agar dimasukkan pasal yang mengatur larangan berjualan ayam atau ikan di pinggir jalan depan pasar. Sebab, selama ini jenis dagangan itu terbukti menjadikan pasar jorok dan kumuh.
“Kita berkomitmen akan menjadikan pasar yang bersih dan modern. Maka jenis dagangan seperti itu akan ditentukan kita lokasi dan tempatnya,” sebut Rusdy.

Terkait peningkatan PAD, Rusdy mengaku sudah melakukan berbagai terobosan. Seperti masalah penanganan jaga malam di pusat pasar. Selama ini soal jaga malam diserahkan kepada pihak ketiga dan hanya menerima Rp51 juta perbulan. Namun setelah jaga malam ditangani langsung oleh PD Pasar, terbukti dapat berkontribusi sekitar Rp200 juta perbulan. Rusdy menambahkan PD Pasar memperoleh PAD sebesar Rp1,4 Miliar dan Rp 700 juta diserahkan ke Pemko Medan sesuai perjanjian. (bar)

Loading...