Pembangunan Hotel Mega Siksa Warga Wek 5

18

SIDIMPUAN-M24 | Pembangunan lanjutan Hotel Mega di Jln Imam Bonjol Padangsidimpuan dikeluhkan warga setempat. Warga mengaku ‘tersiksa’ dan tak nyaman. Tak jarang, atap rumah warga rusak akibat tertimpa bahan material bangunan. Belum lagi debu dan suara berisik yang ditimbulkan para buruh bangunan saat bekerja.

Warga di Lingkungan 9, Kel Wek 5, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, memerotes pembangunan lanjutan Hotel Mega di Jln Imam Bonjol.Bagaimana tidak, atap rumah warga mengalami kerusakan akibat adanya penambahan bangunan hotel terbesar di Kota Salak itu. “Atap rumah kami banyak yang rusak akibat tertimpa bahan material bangunan seperti, kayu, batu yang jatuh. Parahnya lagi, setiap hari kami harus menghirup debu dari penambahan bangunan itu. Makanya kami datang ke Mapolres Padangsidimpuan ini untuk menuntut keadilan,” kata Nurjamiah Matondang, salah seorang warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pembangunan Hotel Mega.

Menurut Nurjamiah, bongkahan batu dari pengerjaan bangunan hotel kerap jatuh ke atap rumahnya. Sebagai wanita yang sudah lanjut usia, hal itu tentu membuat darah tingginya naik. “Tiba-tiba saya dibuat terkejut, karena ada material bangunan jatuh menimpa atap rumah,” beber Nurjamiah.

Kondisi tersebut, lanjut Nurjamiah, dirasakannya hampir setiap hari bila buruh bangunan sedang bekerja. Namun, sebagai masyarakat awam, dia tidak tau harus mengadu kemana.
”Kami hanya menuntut hak kami, karena selama ini sudah merasa terganggu dengan pembangunan gedung hotel itu. Kami jadi tak nyaman dibuatnya,” imbuh Nurjamiah.
Ditanya apakah sudah melapor ke aparat pemerintahan setempat, Nurjamiah mengaku sudah berulang-ulang. “Tapi toh gak ada respon,” cetusnya.

“Kalau kami lapor, jawaban mereka sabar dan sabar, setelah itu diam,” ketus Nurjamiah.
Sementara menurut Surya Ahmad Lubis, yang juga menjadi korban rumah rusak akibat tertimpa material bangunan, bila hujan maka cucuran air dari bangunan hotel tersebut langsung mengarah ke atap rumah mereka. “Kalau hujan, air cucuran dari bangunan itu langsung ke rumah kami,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Surya, banyak bagian rumahnya yang mengalami kerusakan akibat penambahan bangunan dari hotel itu. Bahan-bahan seperti batu dan kayu sering jatuh menimpa rumahnya. “Seng rumah pada bocor, karena kejatuhan kayu atau batu dari atas bangunan itu,” ujarnya.

Menurut dia, jarak antara gedung yang sedang dibangun dengan rumahnya cukup rapat. Sehingga, benda apapun yang jatuh dari atas bangunan langsung ke rumahnya.
Surya berharap kepada aparat setempat maupun penegak hukum agar memberikan keadilan kepada warga setempat. Paling tidak, mereka mendapatn ganti rugi atas kerusakan yang terjadi. Bahkan, sejumlah warga mengaku masih menyimpan material bangunan yang jatuh ke rumah mereka dengan harapan sebagai bukti nantinya.
“Sudah lama kami merasa tersiksa dengan pembangunan hotel itu. Kami minta keadialan kepada penegak hukum,” tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah mengatakan, pihaknya sedang melakukan mediasi antara warga dan pihak pemilik gedung.Mediasi dilakukan menyusul laporan warga ke Mapolres Padangsidimpuan yang merasda terganggu dengan pembangunan hotel. “Menanggapi laporan warga itu, makanya pemilik dan warga yang merasa terganggu dipanggil untuk dimediasi,” cetusnya.

Disinggung hasil mediasi, Abdi belum bisa memutuskan karena masih berlangsung. “Yang terpenting kita cari solusi agar tidak ada yang dirugikan,” tandasnya. (zia/kevin)

Loading...