Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Membuktikan Pancasila Tetap Eksis Sebagai Falsafah Negara

Foto bersama seusai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (M24-Agus Sabono)

SUMUT-M24 | Hari kesaktian Pancasila membuktikan Pancasila tetap eksis di Indonesia sebagai sebuah falsafah negara yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

Demikian disampaikan Walikota Tebingtinggi, Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, saat diwawancarai usai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018, bertema Pancasila sebagai landasan kerja mencapai prestasi bangsa, di Lapangan Merdeka, Tebingtinggi, dipimpin Kejati Tebing Tinggi, M Novel, Senin (1/10).

Umar menyatakan, ke depan tidak boleh ada lagi pengkhianatan kepada bangsa dan negara. Sebab, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi bahagian yang harus diutamakan.

Loading...

“Kita sebagai bangsa yang dalam satu bingkai negara RI sudah seharusnya peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Palu dan Donggala. Karena itu kita harus mengumpulkan dana untuk membantu saudara-saudara kita,” ajaknya.

Di Karo, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar Kodim 0205/TK, di Lapangan Stadion Bola Kaki, Jln Samura, Kecamatan Kabanjahe, Karo.

Inspektur Upacara, Dandim 0205 Tanah Karo, Letkol Inf Taufik Rizal Batubara SE. Hadir Bupati Karo, Wakil Bupati Karo, Wakil Ketua DPRD Karo, jajaran Dandim 0205/TK, Wakapolres Karo, Kajari Karo, Ketua PN Kabanjahe, Danyon 125/SMB dan Sub Den Pom I-1/2 TK.

Tema yang digagas dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yakni “Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa”.

Taufik Rizal berpesan, jadikan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai salah satu bentuk mempersatukan dan menyatukan ideologi kebangsaan.

Di Tanjungbalai, Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018, berlangsung di Halaman Kantor Walikota Tanjungbalai. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Walikota Tanjungbalai, H Syahrial SH MH dan Wakil Ketua DPRD Rusnaldi Darma bertugas pembaca Ikrar.

Dalam kesempatan itu, Syahrial meminta masyarakat untuk tetap memegang teguh Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Masyarakat jangan sampai memberi ruang pada ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, khususnya paham radikal dan komunis berkembang di tengah-tengah masyakarat. Khususnya di Kota Tanjungbalai,” tegasnya. (agus/sekilap/surya)

Loading...