Proyek TPT di Gunung Malela disoal warga

John – Simalungun | Proyek pengembangan jalan pertanian berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, disoal warga. Sebab, proyek tersebut diduga menyalah.

Proyek di persawahan Dusun Aek Nauli, Nagori Margo Mulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun tersebut menjadi perhatian masyarakat. Utamanya terkait besaran anggaran yang digunakan dengan volume bangunan dan juga komposisi bangunan.

Amatan wartawan, Senin (7/5), proyek pembangunan TPT sepanjang 297 meter berbiaya Rp136 juta bersumber dari APBD Simalungun TA 2018 ini, yang dikerjakan CV Indo Orima, panjangnya masih kurang 2 meter.

Loading...

Wanto, warga yang kebetulan melintas di lokasi, mengaku heran dengan besaran anggaran dan volume pekerjaan yang dinilainya tak rasional. Bangunan yang hanya sepenggal tersebut, berbiaya Rp136 juta lebih. “Anggaran ini terlalu besar untuk bangunan seperti itu pak. Apalagi tembok ini hanya di satu sisi saja. Jangan-jangan komposisinya asalan juga ini,” ungkapnya menduga.

Senada, Demson Manurung ST, seorang konsultan proyek, saat berbicara dengan wartawan terkait proyek tersebut, menduga proyek tersebut dimark-up. Sebab, panjang dan volume bangunan tidak sesuai dengan dana Rp136 juta. “Apalagi tinggi tembok tidak sampai satu meter,” kata Demson.

Sementara, P Tarigan ST, Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK), saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (7/5), mengatakan, proyek tersebut sudah mereka periksa. Namun masih ada kekurangan sekitar 2 meter lagi. “Nanti akan kami suruh ditambahi panjangnya yang 2 meter itu lae, sampai sesuai dengan RAB. Bila tidak dikerjakan, kita tidak akan bayar,” kata Tarigan.

Terpisah, Jendri Saragih, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, saat dikonfirmasi melalui Whats App, menjawab dia sedang di luar kota. “Saya di luar kota pak, nanti akan saya tinjau,” ucapnya.

Loading...