Rekanan RSU Haji Medan, CV Project 88 Suplai Bahan Pokok Makan Pasien

6

MEDAN-M24 | Sebagai pemenang dan pelaksana pengadaan barang dan belanja bahan pokok makan pasien Rumah Sakit Umum Haji Medan, CV Project 88 beralamat di Jln Sumber Amal Komplek Gading Mas, Kel Harjo Sari II, Medan mengajukan penawaran sebesar Rp883.857.735.

Dalam proses pelelangan dengan pagu mencapai Rp2.299.076.450 dan HPS sebesar Rp1.015.263.226, sudah melaksanakan kerja terhitung sejak bulan Agustus sampai Desember 2018 atau selama 5 bulan. Yuni Piliang pun mengaku sebagai pemilik perusahaan tersebut.

“Iya bang, project 88 itu milikku yang saat ini dipercaya sebagai penyuplai makanan dan minuman di RSU Haji,” kata Yuni Piliang kepada M24 via telepon seluler, Selasa (4/9)

Ditegaskannya, perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2013 itu melakukan kerja sama tuk penyediaan bahan-bahan makanan, seperti sayur mayur terus bertukar setiap harinya. “Artinya, setiap hari belanja di pasar sayur mayur dan lauk serta buah, agar mutunya tetap terjaga. Kami menggunakan beras IR64,” kata Yuni.

Keberadaan mobil box tertutup dengan berpendingin menjadi salah satu persyaratan, selalu stand by namun jarang digunakan. Pasalnya, mereka tidak pernah belanja banyak sayur mayur dan lauk pauk, jadi harus disimpan.
“Mobil box itu ada. Hanya saja jarang digunakan, mengingat pihaknya tak pernah belanja barang yang berlebih. Selain itu, sedikit aja ada sayur, ikan atau daging. Buah yang rusak, langsung diganti dengan tujuan agar pasien yang mengkomsumsinya tidak bermasalah,” ujar Yuni.

Sementara dalam Lembar Data Pemilihan (LDP) dijelaskan, bahwa paket pekerjaan belanja untuk memenuhi kebutuhan makanan pasien rawat inap setiap hari. Kemudian, bahan pokok makanan diproduksi oleh bagian instalasi gizi selama 5 bulan.

Apabila perusahaan ingin memasukan penawaran, wajib membuat surat dukungan ketersediaan bahan, seperti surat dukungan dari kilang padi untuk bahan pangan beras, dengan melampirkan izin usaha kilang padi dari pejabat berwenang.
Lalu membuat surat dukungan dari penyalur ikan, baik dari tempat pelelangan ikan atau pasar resmi penjualan ikan.

Kemudian surat dukungan dari rumah potong hewan (RPH) untuk pengadaan daging, surat dukungan dari pengusaha makanan ringan/roti/kue dengan melampirkan ijin usaha/SITU, sertifikat halal dari MUI dan sertifikat laik sehat.

Sedangkan dalam Lembar Data Kualifikasi (LDK) menyatakan, bahwa perusahaan wajib memiliki sumber daya manusia (SDM), modal, peralatan dan fasilitas untuk pengadaan barang/jasa. Terhadap SDM, perusahaan wajib memiliki tenaga terampil, meliputi petugas (pria/wanita) minimal 3 orang berpendidikan minimal SMA sederajat (ijazah dilampirkan) serta pengalaman kerja diposisi minimal 1 tahun.

Kemudian, petugas yang mengirim bahan makanan menggunakan identitas perusahaan (seragam dan name tag), pembagian tugas sesuai dengan pemilahan jenis barang, mulai dari bahan pokok, bahan sayur sayuran/bumbu dan bahan makanan ringan.

Sedangkan untuk modal, perusahaan harus memiliki ketersediaaan dana/uang 3 kali besaran nilai yang akan dibayarkan pada pekerjaan ini setiap bulannya, dengan melampirkan bukti rekening koran. Sementara untuk fasilitas, perusahaan wajib menyediakan mobil box tertutup dengan berpendingin (-5sampai 20 ºC) untuk makanan frozen dan Chiller (4 sampai 10ºC ) untuk bahan makanan segar. (ayke)

Loading...