Relokasi pengungsi Sinabung diduga sarat kepentingan

12

KARO-M24 | Penanganan relokasi lanjutan 181 KK yang meliputi empat desa oleh Pemkab Karo dinilai lamban. Diduga kuat sarat akan kepentingan.

Sementara, sama diketahui, dana relokasi mandiri lanjutan 181 KK, sudah masuk ke rekening Pemkab Karo sejak Juni 2017 lalu.

“Ini uang negara yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk penanganan warga pengungsi Sinabung, khususnya relokasi mandiri lanjutan tahap II 181 KK ini. Kenapa hanya mengurus administrasi saja memakan waktu bertahan-tahun. Pemkab Karo sangat lambat menanganinya dan terkesan kurang bijak dalam mengambil sikap. Ini dana negara. Kenapa harus selalu masyarakat pengungsi dipersulit dengan administrasi. Harusnya masyarakat dibantu Pemkab Karo melalui kepala BPBD dan TPRM. Karena mereka sudah digaji negara, buktinya apa yang sudah diperbuatnya,” papar Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Karo, Gelora Pandia, melalui siaran persnya, kemarin (14/7).

Disamping itu, lanjut Gelora, beberapa kendala yang ditemukan Tim Investigasi Pospera Karo, antara lain, tidak jelasnya nomenklatur tentang pengelola dana tersebut, apakah di BPBD Karo atau di bagian Keuangan Pemkab Karo. Kemudian, adanya perubahan juknis secara berulang-ulang, sehingga membingungkan masyarakat melengkapi dokumen persyaratan teknis. Dan tim relokasi mandiri dibentuk Pemkab Karo, tidak mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Patut diduga sarat akan kepentingan dengan pihak ketiga.

“Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut di atas, diminta Bupati Karo agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap kinerja para bawahannya. Karena apabila terjadi pembiaran, maka bukan tidak mungkin relokasi akan gagal dan masyarakat akan marah kepada pemimpin mereka,” tegasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Karo, Ir Martin Sitepu, saat dikonfirmasi M24 melalui selulernya, mengatakan, kalau berkasnya belum lengkap di BPKAD. “Lenga lengkap berkasna i BPKAD,” kata Martin.

Sementara, Ketua Tim Pendamping Relokasi Mandiri, Toyib, saat dikonfirmasi, enggan berkomentar dan mengajak wartawan untuk bertemu. “Mohon maaf mas, saya tidak bisa menjawab di sini. Sebaiknya k

Loading...