Santri & Mahasiswa Lawan Pemecah Belah NKRI

MEDAN-M24 | Puluhan massa dari Aliansi Santri dan Mahasiswa Pengawal NKRI menggelar aksi di gedung DPRD Sumut Jln Imam Bonjol, Medan, Jumat (10/8). Demonstran menyerukan perlawanan terhadap pihak-pihak, yang memecah belah rakyat dan merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan memakai pakaian serba putih, para santri yang berkumpul di depan pintu pagar masuk berorasi secara bergantian sembari memajang spanduk.

Koordinator Lapangan, Sukri Soleh Sitorus menyatakan, saat ini terlalu banyak kelompok tertentu melakukan aktivitas provokasi pecah belah rakyat mengatasnamakan ulama dan agama, untuk menebar kebencian kepada pemerintahan yang sah.

Loading...

Kemudian, lanjutnya, memutarbalikkan kebenaran melalui media massa, media sosial hingga ceramah-ceramah beraroma kepentingan sesat dan sesaat. “Tujuannya, semata-mata mengadu domba warga negara, menghasut, memunculkan ujaran kebencian, menolak dasar negara Pancasila serta merusak keutuhan NKRI,” katanya.

Mereka juga mengingatkan Sekretaris MUI Sumut, Ardiansyah jangan memecah belah dan mengadu domba umat Muslim di Provinsi Sumut. “Jangan manfaatkan institusi MUI Sumut dan mempolitisir masalah vaksin di media massa, hanya untuk pencitraan atau cari popularitas umat Muslim Sumut,” ucap Sitorus lagi.

Selain itu, tambahnya, realitas bangsa semakin dirusak oleh segelintir orang di Indonesia dengan mengatasnamakan agama, ulama dan isu kesejahteraan rakyat. Padahal, orientasinya bermaksud membuat rakyat memusuhi pemerintah dan mengacaukan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila/UUD 1945.

“Kita santri dan mahasiswa di Sumut melawan siapa saja elite politik atau kelompok tertentu, yang sengaja membawa-bawa nama agama/ulama untuk memecah belah kemajemukan warga negara Indonesia. Jadilah tokoh masyarakat, elite politik dan ulama yang menyejukkan hati serta mengayomi semua umat. Bukan memecah belah rakyat,” teriakmnya lagi.

Disambut dengan yel-yel “Pancasila dan NKRI harga mati”, Korlap mengajak semua umat beragama di Sumut dan Indonesia merapatkan barisan melawan pihak-pihak pemecah belah, khususnya caleg-caleg anti ideologi Pancasila. “Tolak caleg anti Pancasila. Jangan pilih sebab berbahaya bagi persatuan dan keutuhan NKRI,” cetusnya. (budiman)

Loading...