SBIK-GSBI PT Klambir sesalkan PHK 222 buruh

34

MEDAN – M24 |Massa yang mengatasnamakan Serikat Buruh Industri Kertas (SBIK) Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) berunjukrasa di gedung DPRD Sumut, Selasa (22/5). Demonstran menyesalkan PHK 222 buruh PT Klambir Jaya yang beroperasi di Jln Klambir Lima Pasar I Umum, Tanjung Gusta, Deli Serdang.

Dalam aksinya, mereka berorasi di depan pagar pintu masuk kantor dewan sambil memajang spanduk. Salah seorang pengunjuk rasa, Eben menyebutkan, ke-222 buruh yang di PHK itu dikualifikasikan mundur oleh manajemen perusahaan yang memproduksi kertas sembahyang peribadatan umat Budha.

PHK itu bermula saat 222 buruh menuntut hak dan mogok kerja pada 24-26 April 2018. Hak yang dituntut mereka meliputi uang pensiun yang tidak diberikan perusahaan, upah buruh kontrak dibawah ketentuan, penghentian kenaikan upah berkala tanpa kesepakatan, buruh tak masuk peserta BPJS, premi BPJS tidak dibayar sehingga buruh ditolak saat berobat ke rumah sakit, sulitnya surat pengantar berobat dari perusahaan, upah yang tidak dibayar, sistem kerja kontrak tidak sesuai UU hingga pemberian THR buruh yang sifatnya sesuka hati manajemen perusahaan.

“Tahun 2017 masalah hak normatif ini telah dirundingkan 5 kali oleh kalangan buruh dan perusahaan. Tapi manajemen PT Klambir Jaya selalu mengelak untuk memenuhinya. Makanya persoalan ini berlarut-larut dan menimbulkan kegelisahan bagi buruh,” kata Eben.

Atas dasar itulah, buruh meminta wakil rakyat menggunakan fungsi pengawasan terhadap PT Klambir Jaya. “Kami minta bantuan DPRDSU. Tolong panggil RDP manajemen PT Klambir Jaya. Tolong Pak Dewan bersikap selaku wakil kami yang duduk di DPRD Sumut,” ucap Eben dengan nada tinggi.

Menurutnya, apabila persoalan hak-hak normatif buruh terus diperlakukan tidak adil oleh perusahaan. Dipastikan rakyat tidak akan pernah mendapatkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. “Buruh itu adalah rakyat. Anggota Dewan itu adalah wakil rakyat. Tolong buka hati, mata dan telingamu Pak Dewan Yang Terhormat. Jangan biarkan rakyat menderita padahal kalian menikmati gaji dan fasilitas luar biasa di gedung ini. Segera panggil RDP manajemen PT Klambir Jaya,” tutup Eben.

Kasubag Yanmas DPRD Sumut, Rospita Pandiangan yang menerima aksi mereka memohon maaf karena semua anggota Dewan sedang melakukan kunjungan kerja (Kunker). “Nanti aspirasinya saya sampaikan kepada Dewan,” ucap Rospita. (budiman)

Loading...