Sekdinsos Tapsel Berang Oknum PKH Lakukan Pungli

11

SIPIROK-M24 | Pejabat Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kesal terhadp tindakan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berinisial RAS yang diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli).
“Apalagi praktiknya terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Porang Pane, Sektetaris Dinas Sosial (Sekdinsos) Tapsel, di Sipirok, kepada wartawan, Sabtu (11/8).

Pemkab Tapsel. khususnya Dinsos, kata Porang, tidak mentolelir siapapun yang melakukan pungli. Terlebih yang melakukannya oknum pendamping PKH. “Kita mendorong aparat penegak hukum mengambil langkah selanjutnya,” tegas Porang.

Sebelumnya, santer diberitakan sebanyak 14 warga Lingkungan I/Lorong Huta Jae, Kel Tapian Nauli, Kec Angkola Selatan merasa keberatan jika selama dua periode tahun 2018, peserta PKH tidak lagi menerima bantuan.
“Informasi kita dapat mereka ‘dicoret’ dari peserta PKH oleh oknum RAS akibat diduga tidak ‘menyetor’ uang Rp100 ribu/orang,” kata mantan Kabag Humas/Protokol Tapsel itu, sebagaimana laporan isi surat dari organisasi kemasyarakatan Laskar Merah Putih Tapsel.

Sebanyak 14 warga yang merasa keberatan namanya dicoret sebagai peserta PKH tersebut yaitu Verawati Marbun, Marintan Sitompul, Dermawan Tinambunan, Rinda Simatupang, Karolina Sitorus, Hetti Krismawati Ritonga, Adelina Manullang, Dermawan Hutabarat, Ramina Teresia Tinambunan, Rusliana Sipahutar, Lannida Sitompul, Damiana Dameria Waruwu, Arni Selvia Marbun, dan Luse Tiur Marlina Sitompul.

“Ke 14 warga ini menyatakan tidak mendapat uang PKH selama dua 2 bulan periode tahun 2018. Karena tidak memberikan uang kutipan sebesar seratus ribu rupiah/orang,” kata Porang seraya menilai 14 warga itu layak KPM untuk menerima PKH.
Oknum RAS, tambahnya, sudah dua kali diberi surat peringatan (SP) oleh Dinsos. “Tiga kali dapat SP, oknum tersebut dapat dipecat dari pendamping PKH,” tegas Porang. (zia)

Loading...