Semarakkan Rumah Umat Muslim, Dengan Lantunan Al Quran Setiap Malam

6

MEDAN-M24 | Soal fenomena yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, banyak yang telah meninggalkan kebiasaan mengaji Al Quran selepas Shalat Maghrib di kalangan keluarga Muslim. Saat ini, lebih banyak waktu malam dihabiskan dengan menonton televisi yang kurang mendidik tersebut.

Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung bereaksi cepat menyikapinya dengan menginstruksikan Bagian Sosial dan Pendidikan (Sospen) Setda Kota Medan melakukan Sosialisasi dan Pembinaan kepada Guru-guru Taman Kanak Quran (TKQ)/Taman Pembacaan Qur’an (TPQ), Selasa (7/8).

Sebanyak 315 guru TKQ/TPQ se-Kota Medan yang berasal dari 21 kecamatan mengikuti sosialisasi tersebut. Dipastikannya melalui kegiatan itu, mampu menyemarakkan kembali rumah-rumah umat Muslim dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an seperti dulu yang dilakukan di setiap malam, usai Shalat Maghrib.

Mewakili Walikota, Sekda Kota Medan Ir H Syaiful Bahri Lubis mengatakan, program mematikan televisi di rumah pada jam-jam tertentu sudah ada. Namun program tersebut akan semakin efektif dengan digelarnya kembali pengajian setiap malam, usai Shalat Maghrib.

“Dengan sosialisasi yang dilakukan, seluruh guru TKQ/TPQ dapat menghidupkan kembali Maghrib Mengaji. Mudah-mudahan kita mampu membentengi keluarga kita, dari nilai-nilai yang mampu merusak generasi penerus bangsa. Budaya non Islami dikhawatirkan memberi dampak negatif. Kita harus segera melakukan tindakan pencegahan sejak dini,” katanya.

Selain itu, dia juga berharap para guru mengaji akan semakin banyak melakukan inovasi dakwah sambil terus mengikuti perkembangan zaman. “Jadi manfaatkanlah sumber daya yang tersedia secara maksimal, agar seluruh potensi yang ada dapat tersalurkan seluruhnya ke arah yang tepat,” harapnya.

Sedangkan persoalan lain yang sedang dihadapi terkait perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, lanjutnya, bukan tentang masalah keterbatasan akses informasi justru masalah kebanjiran akses informasi.

“Jadi yang dihadapi para pendidik ke depan yakni bagaimana mengedukasi masyarakat dalam hal memilih sesuatu yang benar-benar rasional dan diperlukan. Hal ini terjadi karena pada masyarakat masih minim basis pengetahuannya, hampir semua informasi yang dilihat dan dengar langsung diterima mentah-mentah. Artinya, mereka belum dapat memilah mana memiliki nilai manfaat (real value) dan bersifat sampah (garbage),” jelasnya.

Kegiatan itu ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua peserta sebagai simbolis yang dilakukan Sekda. Kemudian diikuti pemberian tas berisikan materi yang akan dibahas dalam sosialiasi yang akan berlangsung selama lima haris tersebut.

Kabag Sospen Setdako Medan, Ahmad Raja Nasution dalam laporannya menjelaskan, tujuan digelarnya sosialisasi guna meningkatkan kapasitas calon guru TKQ/TPQ, sehingga memiliki kesamaan visi dan cara penyampaian dalam program kepada seluruh anak didiknya masing-masing.

Agar sosialisasi berjalan efektif dan menghasilkan output, pihaknya mendatangkan sejumlah nara sumber seperti Kementrian Agama Kota Medan yang memberi materi tentang pembangunan ahlak anak. Di kesempatan itu, Sospen Setdako Medan juga memberi materi penjelasan Perwal tentang Dana Jasa Bagi Warga Pelayan Masyarakat. (adlan)

Loading...