Sepak Takraw, Pendulang Medali yang Terlupakan

13

SIDIMPUAN-M24 | Meski tidak menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang diunggulkan pada Pekan Olah Raga Pelajar Sumatera Utara (Popdasu) ke 13, di Kota Padangsidimpuan, namun, sepak takraw mampu mendulang sejumlah medali. Sayangnya, prestasi yang mentereng tersebut tanpa mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Padangsidimpuan, Agam, terlihat sibuk memantau jalannya latihan takraw yang dipusatkan di Lapangan Perumnas Pijorkolling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Para pemain takraw yang sudah dibina nampak serius mendengarkan setiap instruksi dari pelatih.

Berbagai cerita didapatkan Metro24 Tabagsel didapat dari Agam, yang sudah belasan tahun menjadi Ketua Umum PSTI Kota Padangsidimpuan. Mulai dari uang pembinaan yang tidak ditanggung oleh pemerintah, hingga fasilitas latihan yang tidak memadai untuk cabor sepak takraw. Agam, laki-laki yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu mengungkapkan sulitnya untuk membina pemain takraw, karena minimnya perhatian dari pemerintah.

Sebagai ketua umum, dia sudah melakukan berbagai cara agar perkembangan alah-raga takraw tersebut menjadi maju di Kota Salak itu. ”Uang pembinaan pemain tidak ada sampai saat ini dari pemerintah,”ujarnya ketika ditemui disela-sela latihan. Namuan, keterbatasan dana itu tidak membuat Agam berhenti, beruntung, banyak relawan yang menyumbang untuk dana pembinaan.”Kuncinya harus ikhlas, meski tidak mendapatkan perhatian dari siapapun dan Alhamdulillah, sepak takraw meraih dua medali perak pada POPDASU beberapa minggu yang lalu,” tuturnya.

Meski tidak mempunyai dana khusus, namun, untuk minum (puding) para pemain tidak pernah kosong.”Sumbangan dari warga yang merasa simpatik,”tuturnya. Menurutnya, lapangan yang saat ini juga dipergunakan untuk latihan tidak berasal dari uang negara. Semaunya, bersumber dari sumbangan masyarakat yang menginginkan olah raga ini maju di Padangsidimpuan.

“Mulai dari membuat lapangan, membeli net (jaring) hingga bola, semua berasal dari sumbangan warga,”imbuhhnya. Dia berharap kedepannya, agar pemerintah memperhatikan cabang olah raga ini, karena apabila dapat prestasi, maka nama Kota Padangsidimpuan yang akan didengar dan dilihat oleh daerah lain.

Keluhan yang sama juga datang dari Harmon, Devisi Bina Prestasi PSTI Kota Padangsidimpuan. Sejak 2003, di Padangsidimpuan sudah berdiri sepak takraw, seiring dengan itu, berbagai kejuaraan baik tingkat daerah maupun nasional sudah banyak diikuti pemain yang berasal dari Kota Padangsidimpuan.”Jangankan uang pembinaan, untuk uang puding aja dari dana pribadi,”imbuhnya.

Padahal menurut Harmon, pemain-pemain takraw asal Kota Padangsidimpuan, ada yang sudah diambil untuk menjadi pemain POPNAS dari Sumut. Dia juga berharap kepada pemerintah, agar kedepannya cabang olah raga tersebut diperhatikan, karena di Padangsidimpuan banyak bibit, namuan, kurang digali.”Saya yakin, kalau pembinaannya diseriusi, maka akan semakin banyak pemain, karena banyak yang berbakat,”tandasnya. (zia)

Loading...