Sergai Cetak 51 Hektar Sawah Baru

SEI RAMPAH-M24 | Melindungi alih fungsi lahan, Pemkab Sergai menerbitkan Perda Kabupaten Sergai Nomor 1/2015. Implementasinya, salah satunya dengan diterbitkannya Perbup Nomor: 26/2016 tentang Gerakan Sawah Mandiri, berhasil menambah lahan sawah baru seluas 51 hektar.

“Sergai masih terbatas dalam hal areal lahan pertanian. Karenanya kita melindungi lahan-lahan pertanian pangan,” ungkap Sekda Sergai, Drs Hadi Winarno, pada upacara HKN di halaman Kantor Pemkab Sergai, Selasa (17/7).

Lebih lanjut kata Hadi, Sergai juga merupakan salah satu lumbung beras di Provinsi Sumut, dengan produksi beras dari tahun ke tahun terus meningkat. Menurut angka tetap tahun 2017, produksi beras yang dicapai 300.485 ton dengan kebutuhan 77.169 ton. Sehingga swasembada/surplus beras 223.316 ton.

Loading...

“Dengan surplus beras ini, maka Kabupaten Sergai tidak perlu mengimpor beras dari luar. Bahkan kita dapat memasok/menjual beras ke kabupaten lain yang kekurangan beras,” ujarnya.

Dengan ketekunan dan kerja keras, katanya, maka beras organik sudah dikenal masyarakat luas. Pesanan beras organik tidak hanya dari masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat, tetapi dari luar kabupaten. “Karena masih kurangnya areal lahan pertanian organik seringkali pesanan itu tidak mampu terpenuhi,” tutupnya. (darmawan)

Loading...