Sertifikat untuk rumah ibadah tanpa biaya

Agus-Tebing Tinggi | Melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), untuk sertifikat rumah ibadah semua agama yang diakui pemerintah dan tanah wakaf untuk perkuburan (makam), tidak dikenakan biaya.

Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tebingtinggi, siap akan melakukan jemput bola. Bahkan BPN akan membantu menjadi mediator, menyelesaikan surat-surat yang diperlukan untuk sertifikat rumah ibadah dan tanah wakaf pekuburan.

Hal ini disampaikan Kepala BPN Tebingtinggi, Syarwin, dalam acara pertemuan Bakorpakem Tebingtinggi, kemarin, di ruang rapat Kejari Tebingtinggi, dipimpin Ketua Bakopakem H Fajar Rudi Manurung bersama segenap tokoh-tokoh dan pengurus Ormas keagamaan.

Loading...

Disampaikan Syarwin, BPN menyempatkan mengambil momen pertemuan ini, untuk menyampaikan informasi tentang program PTSL kepada para tokoh agama. Untuk Kota Tebingtinggi, tahun 2018 ini memperoleh kesempatan bagi 5.000 bidang tanah dan di dalamnya terdapat klaster untuk kepentingan sosial. Yakni, rumah-rumah ibadah dan tanah wakaf pekuburan, tanpa dikutip bayaran apapun.

“Khusus untuk rumah ibadah dan tanah wakaf pekuburan, para pemohon tanpa dikenanakan bayaran apapun dan BPN sedia melakukan jemput bola. Dan target BPN, April ini selesai semua. Sementara untuk masyarakat umum, melalui kebijakan walikota dengan Perwal, ditentukan biaya maksimun Rp250.000,” ujarnya.

Sementara, Ketua Bakorpakem, H Fajar Rudi Manurung, berharap, para tokoh agama ikut berperan dan membantu suksesnya program ini. Sebaliknya, BPN Tebingtinggi benar-benar melaksanakannya sesuai yang disampaikan.

“Jangan lagi ada kesan mengurus sertifikat di BPN itu jelimet dan banyak sekali meja yang harus dilalui dan ironisnya menelan biaya besar. Sehingga masyarakat selalu mengabaikan pengurusan sertifikat lahannya. Kalau bisa lewat satu meja saja dan cepat selesai,” kata H Fajar.

Loading...