Sidang Penipuan dan Penggelapan Rp1,4 Miliar, Terdakwa Tak Bisa Berkilah dengan Keterangan Saksi

6

PN MEDAN-M24 | Fadlun Djamili, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan Rp1,4 miliar tak bisa berkilah, mau tak mau harus mengakui perbuatannya, usai mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Tarihoran dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang Cakra V, Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin (20/8) sore.

Dalam sidang lanjutan yang seyogianya mendengar keterangan 3 orang saksi masing-masing dari Bank BNI, Notaris dan Rafidah Husein, namun hanya 2 orang saksi yang hadir yakni Ilham Dachi selaku Kacab Bank BNI Tomang Elok, Medan dan Rafidah Husein, orang tua kandung terdakwa.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Richard Silalahi, Ilham mengatakan bahwa terdakwa ada menerima transfer uang sebesar Rp1 miliar dari Abdul Hasan.

“Awalnya ada uang yang masuk dari Bank BRI ke Bank BNI sebesar Rp1,4 miliar atas nama Abdul Hasan dan setelah itu pada hari yang sama dan tanggal yang sama dan di Bank yang sama (BNI), Abdul Hasan kembali mentransfer ke terdakwa Fadlun sebesar Rp1 miliar. Sedangkan Rp400 juta langsung ditarik tunai oleh Abdul Hasan,” beber Ilham.

Setelah mendengarkan saksi dari pihak Bank BNI, selanjutnya JPU kembali menghadirkan Rafidah. Namun dalam kesaksiannya Rafidah mengatakan tidak tahu banyak terkait perkara yang sedang menjerat anaknya.

“Saya hanya tau, pada tahun 2012 terdakwa Fadlun meminjam uang Rp200 juta kepada Abdul Hasan, selanjutnya saya tidak tau lagi dan begitu juga tentang uang Rp1,4 miliar itu,” ucap Rafidah.

Mengetahui saksi tak tahu apa-apa, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda masih mendengar keterangan saksi lain.

Untuk diketahui terdakwa yang tinggal di Jln Garuda, Kel Sei Sikambing B, Kec Medan Sunggal ini, diprediksi bebas tampung (bestam) karena masih banyak korban lain telah mengadukannya ke polisi terkait kasus penipuan dan penggelapan.

Adapun nama-nama korbannya diantaranya Norman Tampubolon (25) mengalami kerugian Rp90 juta, Tjie Chan Sen (45) mengalami kerugian Rp380 juta dan Darwin Pattaya (32) mengalami kerugian Rp1,3 miliar lebih.

Selain itu masih ada korban lainnya, yakni Ari (32) mengalami kerugian Rp650 juta dan Andri Irawan (34) mengalami kerugian Rp700 juta, serta Ir M Fathoni Yuleptono (52) dan istrinya dr Astika Cahyarani mengalami kerugian Rp1,3 miliar lebih. (ansah)

Loading...