Sidang Prapid 4 Tersangka Suap Gatot, Hakim Erintuah Tolak Saksi Ahli dari KPK

PN MEDAN-M24 | Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar sidang lanjutan sidang Pra Peradilan (prapid) 4 tersangka kasus suap Gatot, Senin (30/7). Dalam sidang ketiga yang digelar di ruang Kartika itu beragendakan pembacaan replik.

Perlu diketahui, para pemohon praperadilan adalah 4 orang tersangka yang sedang diproses di tingkat penyidikan oleh KPK. Yaitu WP (Washington Pane), MFL (M. Faisal), SFE (Syafrida Fitrie) dan ANN (Arifin Nainggolan).

Namun dalam agenda replik itu, Erintuah Damanik selaku hakim tunggal yang memimpin persidangan itu menolak saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum KPK.

Loading...

“Hari ini, KPK berencana mengajukan bukti tertulis untuk kepentingan pembuktian kompetensi relatif. Namum hakim menolak tanpa memberikan penjelasan alasan penolakan pada termohon. Kami berharap persidangan dapat dilakukan secara fair dengan menjunjung tinggi independensi dan imparsialitas,” sebut Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam siaran persnya.

“KPK mengajak publik untuk mengawal proses persidangan yang terbuka untuk umum ini agar dapat berlangsung secara lurus. Karena tentu masyarakat memiliki hak untuk tahu dan mendapatkan informasi tentang perkembangan penanganan perkara dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumut,” tambah Febri.

Febri mengatakan alasan praperadilan oleh pemohon adalah seperti bantahan bahwa tersangka WP tidak menerima uang dari eks Gubernur Sumut karena dirinya tidak pernah menandatangani kwitansi atau bukti transfer sebagai tanda terima uang.

Alasan yang sama juga disampaikan oleh tersangka ANN dan MFL. Sedangkan tersangka SFE beralasan tidak mengetahui tentang adanya dana ketok palu. Alasan Yuridis oleh pemohon yaitu penetapan tersangka harusnya dilakukan setelah proses penyidikan dilakukan terlebih dahulu. (tiopan)

Loading...