Sitogol diusulkan jadi warisan budaya Mandailing

PANYABUNGAN-M24  | Kesenian daerah Mandailing Natal (Madina) ‘Sitogol’ diusulkan ke Kementerian Pendidikan Nasional untuk dicatat menjadi salah satu warisan budaya Madina.
Selain Gordang Sambilan yang sebelumnya sudah diajukan terlebih dahulu, etnis Mandailing juga ternyata memiliki seni musik tradisi lain seperti Onang-Onang, Ungut-Ungut, dan Sitogol.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina, Askolani Nasution, kepada wartawan, Rabu (11/7) menyampaikan, pengusulan Sitogol ini tercuat ke publik ketika UPT Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh, Kemendikbud berkunjung ke kawasan Mandailing Natal pada Sabtu (7/7) lalu.
“Beberapa hari lalu tim dari UPT Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh berkunjung ke Madina untuk melihat langsung seni Sitogol tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan itu tim tersebut akhirnya mengajukan salah satu seni tradisional Sitogol untuk dicatat sebagai salah satu warisan budaya Madina di Kementerian Pendidikan Nasional.
“Bila nanti seni ini tidak mendapat sanggahan lagi untuk selanjutnya disampaikan ke UNESCO menjadi salah satu kesenian bangsa Indonesia.

Loading...

Dikatakannya, Onang-Onang sangat berbeda dengan dengan Ungut-ungut dan Sitogol. Bila Onang-onang diiringi dengan ornamen musik seperti Ugung, Saleot, Gondang Topap, dan lain-lain, dan digunakan dalam rangkaian prosesi adat, maka Ungut-Ungut dan Sitogol digunakan secara personal dengan iringan Tulilla atau Saleot saja.
“Ungut-ungut dan Sitogol sebenarnya hampir sama. Bedanya hanya sedikit dalam jenis irama. Selain itu, Ungut-Ungut istilah yang dikenal di Mandailing Julu dan Sitogol di Mandailing Godang,” terangnya.

Sedangkan untuk persamaan Ungut-Ungut dan Sitogol ini sama-sama mengekspresikan ungkapan perasaan seseorang yang berkaitan dengan romantisme, kesedihan, keterpencilan rasa, dan kedukaan personal lain. (antsu)

Loading...