Tak Dapat Jam Mengajar, 14 Guru Honor SMKN 2 Kisaran Terancam Dirumahkan

29

KISARAN-M24 | Sebanyak 14 guru honor di SMK Negeri 2 Kisaran, Asahan, terancam dirumahkan. Karena tenaga honorer tersebut mendadak tak dapat jam mengajar.

Dengan kondisi itu, 14 guru honor tersebut menjadi heran dan bingung dengan kebijakan yang dikeluarkan Kepala SMKN 2 Kisaran, Zulfikar.

Apalagi kebijakan yang dikeluarkan kepala sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Padahal tahun lalu, pihak sekolah melakukan pemanggilan terlebih dahulu, setiap ada kebijakan baru. Namun, kini, pihak sekolah sama sekali tidak melakukan pemanggilan terhadap guru honorer, terkait adanya kebijakan tersebut.

“Kita heran kenapa kami guru honor tidak diberitahukan pihak sekolah. Ini, malah kami yang datang sendiri untuk menanyakan informasi terkait jam pelajaran kami. Namun, setelah kami lihat dijadwal, nama kami tidak ada,” ungkap Hamidah Sari Siregar, salah satu korban kebijakan Kepala SMKN 2 Kisaran kepada M24, Kamis (19/7).

Terkait alasan kepala sekolah tidak memberikan jam pelajaran, Hamidah yang telah 12 tahun mengabdi di sekolah itu, menjelasakan, alasan kepala sekolah untuk memenuhkan jam guru PNS.

“Itu hak saya, mana-mana guru yang akan saya pakai,” kata Hamidah, meniru kata kepala sekolah, sembari mengatakan, pihaknya akan melaporkan hal ini kepada instansi terkait, legislatif maupun Pemprovisu.

Kepala SMKN 2 Kisaran, Zulfikar, menjelasakan, pada tahun ajaran 2018/2019 ini, pihak SMKN 2 Kisaran, dinilai memperbanyak jam pelajaran di sekolah kepada guru yang berstatus PNS. Sehingga nantinya para guru berstatus PNS tersebut memiliki jam mata pelajaran 24 sampai dengan 40 jam.

“Ini aturan, namun kalau terdapat sisa jam mata pelajaran tersebut, maka akan kita serahkan kepada guru honorer. Tentunya dengan keadaan ini, terdapat guru honor yang dapat jam dan ada yang tidak dapat jam mata pelajaran, saya tidak akan memecat guru honorer itu. Cuma, jam mata ngajar mereka tidak ada lagi,” ungkap Zulfikar.

Terpisah, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Sapri, menyebutkan, pihaknya tidak mengetahui secara jelas terkait persoalan tersebut. Namun ke depan, pihaknya akan melakukan konfirmasi ke SMKN 2 Kisaran. “Secara resmi tidak ada pemeritahuan soal persoalan tersebut. Dalam waktu dekat, saya akan tanya dulu kepada kepala sekolah,” ujar Sapri. (khairul)

Loading...