Terima Keluhan Pelanggan, Anggota DPD RI Datangi PDAM Cabang Medan Denai

9

MEDAN-M24 | Anggota DPD RI, Parlindungan Purba melakukan kunjungan ke Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai. Hal itu menyusul adanya laporan pelanggan yang tidak mendapatkan air bersih selama tiga bulan.

Dalam laporannya, warga mengaku air PDAM hanya mengalir di waktu-waktu tertentu dengan debit yang terbatas. “Saya harus menampung air yang di kran air dekat meteran depan dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Itu pun airnya kecil. Sedangkan air mulai lancar dari pukul 00.00 hingga pukul 04.30 WIB,” beber Armayani, Warga Jln Enggang 22 No.50 B, kemarin.

Menanggapi hal itu, Parlindungan Purba akan mengingatkan pihak PDAM Tirtanadi untuk melakukan pembenahan sekaligus membuktikan informasi yang menyatakan tiga bulan air tidak mengalir ke pelanggan tidak sepenuhnya benar.

“Itulah tujuan kita kemari untuk mengecek ternyata tidak benar kalau air tersebut terhenti. Akan tetapi ada jam-jam tertentu air dapat mengalir,” ucap Parlindungan.

Dirinya mengapresiasi pihak PDAM membangun instalasi air di areal Kantor Cabang PDAM Tirtanadi yang ditarget selesai Agustus 2019. Dengan demikian pelanggan bisa mendapatkan air selama 24 jam tanpa menggunakan pompa air.

Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi, Delviyandri yang didampingi Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Medan Denai, Ahmad Askari dan Kepala Sekretaris PDAM Tirtanadi, Jumirin mengamini keluhan warga pelanggan di Medan Denai. Untuk itu, pihaknya tengah membangun instalasi pengolahan air (IPA) di samping kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dengan memanfaatkan aliran Sungai Denai.

“Kini tahapannya masih dalam proses lelang dan untuk itu pihak PDAM Tirtanadi telah berkordinasi dengan BPKP untuk melakukan evaluasi agar tidak ada masalah dikemudian hari terkait proyek tersebut,” ucapnya.

Nantinya IPA tersebut, lanjut Delviyandri, akan menghasilkan debit air 240 liter perdetik.

Sehingga permasalahan air minum untuk pelanggan di Medan Denai ini bisa terpenuhi. “Tadi saya sudah cek sama kepala cabang bahwa ada 45.600 pelanggan mendapatkan air dengan mudah,”ucapnya.

Untuk pelanggan yang harus melakukan pembayaran ganda dikarenakan permasalahan pada payment point atau program, PDAM akan mengembalikan kelebihan pembayarannya.

Delviyandri menambahkan, pihak PDAM bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Utara telah berkoordinasi dengan Kementerian PU agar mempercepat pembangunan SPAM Regional di Binjai dan Bendungan Lau Simeme yang nantinya dapat menghasilkan 3.000 liter air perdetik.

Dengan demikian dapat menjawab permasalahan kebutuhan air minum di Sumatera Utara.

Parlindungan pun berjanji mengusulkan pembahasan ini masuk dalam rapat di DPD. Pihaknya akan menghadirkan PDAM Tirtanadi, Pemprovsu dan Kementeian PU.
(dra/r)

Loading...