Terkait pungli SKHUN SDN 010243 Air Joman, Kadisdik Asahan diminta bertindak

14

KISARAN-M24 | Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Asahan, diminta bertanggungjawab terkait dugaan pungutan uang pengambilan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) TA 2017/2018, di SDN 010243 Binjei Serbangan, Kecamatan Air Joman, Asahan.

“Soal adanya dugaan pungli tersebut, Kadisdik Asahan diminta tidak boleh diam. Kalau diam saja, dikhawatirkan ke depan dunia pendidikan di Kabupaten Asahan akan dijadikan lahan, untuk mencari keuntungan pribadi oleh oknum, melalui berbagai pungutan yang dinilai memberatkan para orangtua murid,” kata Ketua Lembaga Aparatur Negara dan Swasta Kabupaten Asahan, Zainul Azhar, kepada M24, Rabu (11/7).

Apabila tidak ada reaksi dari Kadisdik Asahan, lanjut Zainul Azhar, pihaknya tidak mau tinggal diam sesuai fungsi mereka sebagai sosial kontrol.

“Kita akan melakukan berbagai langkah, termasuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Sebab aturannya kan sudah jelas, kegiatan pungutan dalam bentuk apapun dilarang, walaupun menggunakan perpanjangan tangan komite. Sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah serta PerPres Nomor 87/2016 terkait Pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar,” jelasnya.

Menurut Zainul, jika dikaji secara mendalam PerPres tersebut, pengutipan uang pada saat pengambilan SKHUN atau yang lazim disebut dengan uang terima kasih, adalah salah satu bentuk dari sekian banyak pungutan yang dilarang. Karena termasuk punggutan liar (pungli).

Senada, salah seorang tokoh pemerhati pendidikan di Asahan, Nova, menjelaskan, guna menindaklanjuti persoalan ini, pihaknya akan segera menyurati Bupati Asahan. “Sesegera mungkin, kita akan menyurati Bupati Asahan, terkait maraknya pungli yang disinyalir terjadi di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Asahan, dengan tembusan ke sekolah terkait dan Dinas Pendidikan Asahan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Asahan, Pardamean Sitorus, belum bisa dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. “Maaf ya bang, pak Kabid sedang sibuk, jadi saat ini, beliau tidak bisa dijumpai, kalaupun mau konfirmasi, silahkan saja datang lain waktu,” ungkap Suyut, Kasi di ruangan Bidang Pelayanan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Asahan. (deddy)

Loading...