UDD PMI Medan Menuju Sertifikasi GMP

Pengurus PMI Medan berfoto bersama pemateri dan peserta seminar. (M24/Indra)

MEDAN- M24 | Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan terus meningkatkan
standar pelayanan kepada masyarakat. Seraya tetap menjalin hubungan baik dengan seluruh rumah sakit.

Hal itu disampaikan Ketua PMI Kota Medan, Drs H Musa Rajekshah, M.Hum yang juga
Wakil Gubernur Sumatera Utara melalui Sekretaris Umum PMI Kota Medan, Jhon Ismadi Lubis pada Seminar Immunohematology serta Sosialisasi Antibody Screening dan Issu Pre
Transfusi di Hotel LJ, Jln Perintis Kemerdekaan, Medan, Kamis (4/10).

Kegiatan yang dilaksanakan UDD PMI Kota Medan bekerja sama dengan Enseval Medika
Prima serta Persatuan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia ini diikuti oleh Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) dan UDD serta dihadiri oleh beberapa dokter Patologi Klinik dari wilayah Aceh.

Loading...

“Permasalahan yang dihadapi UDD dan rumah sakit sebenarnya sama. Namun tentunya itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengurangi pelayanan terhadap masyarakat. Sama kiranya dengan UDD PMI Kota Medan yang sejak 2012 terus berbenah hingga seperti saat ini,” tutur Jhon Lubis.

Komitmen pengurus untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, lanjutnya, membuat UDD PMI Kota Medan menjadi acuan bagi UDD se Sumatera Utara. Pengurus PMI Kota Medan juga telah mengajukan surat ke UDD PMI Pusat untuk kembali melakukan sertifikasi terhadap seluruh sarana dan prasarana pada UDD yang dimiliki.

“Kita harapkan pada tahun 2020, UDD PMI Kota Medan tersertifikasi GMP (Good Manufacturing Product ) dari BPOM. Sehingga menjamin seluruh pelayanan yang diberikan. Khususnya jaminan kualitas darah yang didistribusikan ke tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri diantaranya Wakil Direktur UDD PMI Kota Medan, dr. Maulana Baihaki, dari UDD PMI Jakarta DR. dr. Niken Ritchie, M.Biomed dan DR. dr. Rosita Juwita Sembiring, Sp.PK.

Dalam materinya, dr. Maulana Baihaki memaparkan perkembangan UDD PMI Kota Medan. Dimana sejak 2015 pihaknya telah melaksanakan screening antibody terhadap darah donor yang didapat. Screening antibody itu sendiri diperlukan untuk mengurangi resiko alergi pasca transfusi.

Untuk itu, pihaknya sudah menerapkan metode CLIA dalam pengelolaan darah pendonor. Bahkan pengurus PMI Kota Medan membuat kebijakan untuk melakukan screening antibody ulang. Sehingga kualitas darah yang dihasilkan benar-benar dalam kondisi baik.

Selain penerapan metode CLIA, UDD PMI Kota Medan juga menggunakan teknologi IT berupa SIMDONDAR. Teknologi ini berguna untuk mencegah pendonor dengan darah bermasalah. Teknologi ini bahkan akan diadopsi UDD Pusat untuk managemen pelayanan.

“Jadi kalau ada pendonor yang memiliki darah bermasalah, kita bisa cegah selanjutnya disarankan untuk menjalani perobatan hingga sembuh sebelum kembali mendonorkan darahnya,” jelas dr. Maulana.

UDD PMI Kota Medan juga diberi amanah oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai penyedia darah yang memenuhi sertifikasi GMP yang ditargetkan tahun 2020 . “Karena ke depan, darah akan dimasukkan dalam kategori obat. Jadi nantinya seluruh UDD baik itu milik rumah sakit maupun PMI akan dilakukan sertifikasi,” tuturnya.

Sementara itu, DR. dr. Niken Ritchie, M.Biomed menyampaikan materi advantage and benefit screening antibody for donor & patient. Dimana screening antibody tidak hanya dilakukan kepada pendonor, juga penerima donor atau pasien. Dengan demikian darah yang didistribusikan benar-benar tepat sehingga menghindari resiko alergi pascatransfusi.

DR. dr. Rosita Juwita Sembiring, Sp.PK dalam materinya, analysis of pre transfusion testing in blood component transfusion mengingatkan, berhasilnya transfusi darah yang dilakukan tak lepas dari ketepatan analisis. Khususnya terhadap komponen darah sebelum transfusi dilakukan. (dra)

Loading...