Wabah lalat menyerang warga Namorambe

Mul-Mehuli-Deliserdang | Sejumlah desa di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, diserang ribuan lalat. Warga pun resah karena terancam berbagai penyakit. Salah satunya Desa Kuala Sememei.

Informasi diperoleh di lapangan, kemarin (1/5), serangan lalat di desa itu sudah lama berlangsung. Warga pun hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ada. Soalnya, warga sudah berupaya untuk menghalau serangan lalat, termasuk menggunakan kertas mengandung lem.

Meski banyak lalat yang lengket dan mati, namun serbuan lalat masih terus terjadi. Malah terkesan semakin banyak. Ribuan lalat itu terduga berasal dari kandang peternakan ayam di Desa Kuala Sememei. Dimana, pada Pilkada lalu, mantan Bupati Deliserdang, Alm Drs H Amri Tambunan, menang di Kecamatan Namorambe.

Loading...

SV Tarigan didampingi J Sembiring, warga setempat, mengatakan, sejak kandang peternakan ayam tersebut berdiri, sejak itu pula ribuan lalat mulai menyerang ke rumah-rumah warga. Tarigan dan Sembiring berharap, Pemkab Deliserdang segera bertindak tegas sebelum warga diserang penyakit. “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi terduga izin peternakan ayam itu tidak ada,” ungkap pria berambut gondrong ini.

Menurutnya, di Kecamatan Namorambe tidak diperbolehkan berdiri peternakan. Sebab, Kecamatan Namorambe menurut Rancangan Umum Tata Ruang dan Wilayah (RUTRW) Pemkab Deliserdang, wilayah Kecamatan Namorambe diperuntukkan untuk daerah pertanian. Sedangkan untuk wilayah peternakan di Kecamatan STM Hilir. “Jadi, dari dasar itupun Pemkab Deliserdang sebenarnya sudah bisa bertindak tegas. Jangan pula pengusaha ternak terduga dijadikan ATM oleh oknum pemerintahan,” pungkas Sembiring.

Camat Namorambe, Eko Sapriadi SSos, mengakui, kalau kandang ternak ayam di Desa Kuala Sememei tidak memiliki izin. Menurutnya, berdasarkan peruntukannya, semua kandang ternak ayam di desa itu tidak memiliki izin. Sebab Desa Kuala Sememei bukan wilayah peternakan ayam. “Kita sudah mengimbau serta menyosialisasikan kepada pemilik kandang, agar mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku, termasuk mengurus perizinan,” pungkasnya.

Pemilik peternakan ayam, Indra Limbeng alias Ucok, mengatakan, tidak ada warga Desa Sememei, Kecamatan Namorambe, sakit akibat lalat. Menurutnya, peternakan berisi 2.000-3.000 ekor ayam miliknya yang dibangun 3 tahun lalu, tidak benar merupakan sumber penyakit. Sebab, jarak dengan pemukiman warga sekitar 200 meter.

“Setiap hari kita menyemprot lalat dan coba anda lihat, apakah ada lalatnya. Kita menyemprot kandang agar warga tidak terganggu dengan lalat. Saya selaku pengusaha kandang ayam kecil-kecilan heran dengan orang-orang yang bilang kandang ayam saya sumber lalat dan sumber penyakit. Dan setelah saya cek di berbagai rumah sakit terdekat, tidak ada warga desa yang sakit akibat lalat,” ungkap bapak 2 anak ini, saat ditemui wartawan, Rabu (2/5).

Kades Sememei, Orbanta Beru Sembiring, mengatakan, pihaknya sudah pernah mempertemukan Ucok dan pihak yang merasa terganggu dengan lalat. “Kita sebagai kepala desa tidak memihak untuk menyelesaikan masalah warga. Sampai saat ini kita belum ada mengetahui warga yang sakit akibat lalat,” ujarnya.

“Saya rasa penyebar ada warga yang sakit akibat diserang lalat, orang-orang tak bertanggungjawab. Dan kita siap mencari dari mana asal perkataan itu,” imbuh Eko Sapriadi.

Loading...